Oleh: uun nurcahyanti | Agustus 1, 2012

Riwayat Kenangan


Uun Nurcahyanti

Kau hadir kembali tuk basahi kemarau
Dengan air hujan dan hamparan gulma

Namun tanahku layu dan memendam kediaman
Teduh yang membayangi tak mampu kusiangi
Kalah aku dengan penuhku sendiri
Tanah ini telah mengerang dalam kerontang

Airmu hanya meriwayati kematian
Hancur terpenggal dalam kelengasan
Tebing, bebatuan, dan juga kekosongan

Kenapa kau terdiam, kehidupan
Merabai sakitmu sendirian
Bagai riak air di buritan
Tetunduk kelopakmu dalam kelaraan


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: