Oleh: uun nurcahyanti | Desember 7, 2011

APALAH CINTA


Asap cerutu membumbung di aroma jakunmu
Keterasingan mulai merayapi nyala hatiku
Jarak tak definisikan membentang bagai seolah
Ku mencari gurat keberadaanmu

Kau bagai sosok yang tak pernah kukenali, melati
Dengan matamu yang masih menghanyutkan
Dengan urat-urat biru yang makin menegas
Berhias parfum nikotin dan entah apa itu

Rasanya lunglai ku pada adamu sekarang, melati
Mungkin tak mampu ku menerima dirimu yang kini

Kau bukan perempuanku yang dulu,
Ku mungkin juga bukan lelakimu yang lalu.

Dulu ku terjang segala tak mungkin
Demi mengais cintamu
Kini ku tak kan beranjak dari gemingku
Tuk menerjang apapun.

Ku kan mengukur diri
Menyerah begitu saja.
Pada rangkaian wangi kelopakmu

Maafkan aku,

Pare, 29 November 2011


Responses

  1. saya suka ungkapan “melati” nya…
    kereen🙂

    • Terima kasih Kur…tulisan-tulisanmu juga sangat keren dan menggetarkan…


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: