Oleh: uun nurcahyanti | November 30, 2011

MATA ANAKMU


Mata jernih itu menatap tajam
Seperti sebilah pedang yang tengah diasah

Kedip mata itu bagai elang
Yang harapkan segala dahaganya sirna

Hatinya sejernih matanya
Meski ia bagai sepotong cawan tanah
Nan rapuh lagi mungil lantak

Sepotong cawan yang membutuhkan
usapan tangan
Kehangatan
dan tumpahan kasih

Sepotong cawan yang
sangat mudah retak
Karena…
gemuruh suara dan sikap
Yang tak berpihak pada hati rapuhnya

Dia malaikat kecil,
Yang dengan mata bak elang
dan hati yang bak pedang
Memandangmu bukan tanpa tujuan

Dia malaikat kecil,
Dengan mata kecilnya
yang selalu menatapmu

Berharap ada keajaiban
: Untuk menjadi dirimu!

Dia…
Mata anak-anakmu…

Faletehan House
15 September 2011


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: