Oleh: uun nurcahyanti | Oktober 10, 2011

Terbuang


Kau bungkus aku dalam jelaga
Yang bahkan kau tak tau itu

Ku tutup seluruh isi bukuku dan
Bersunyi dalam beku yang berbuku-buku

Ketiadaan kau bungkam dalam urat-urat mimpi
Keberadaan kau buang dalam bangku kematian.

Tak pernah ku ingin menatap kosongmu
Tak pernah ku mau dingin kelu sosokmu

Kau tawarku dalam penjara sepimu
Ku penuhimu dengan
tetes embun rasa kataku

Mataku adalah keindahan abadi,
Rayumu

Dan kau layumkan
Melati-melati di kebun kecilku
Tanpa sekerlingmu pun…

Pare, 30 September 2011
: untuk tolol yang tak berakhiran pada
Amin-amin Tuhan


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: