Oleh: uun nurcahyanti | Oktober 10, 2011

KARENA


Kepada sebuah cinta
tanpa nama
yang tertutup oleh
lapisan-lapisan realita.

Ada tamak kala kita menceritakan rindu
Penuh getir saat kita menyuarakan perpisahan
Tak ada kesakitan dan perseteruan,
padahal!
Tapi Tuhan dengan congkak menitahkan kita untuk berjarak!

Aku yang lalai dalam menyepikan nalar,
Atau
Ayat-ayat bertaburan firman yang memaksa kejerihan.

Lalu kau jumawa dalam istighfar.
Setelah menikam mimpi
pada dia yang kau tawari mimpi.

Lalu kotoran itu kau lemparkan
Pada ketulusan yang tercampakkan di kaki pengakuan-pengakuan
yang tak pernah kau tanya pintanya
Yang tak pernah kau tahu isi empedunya

Andai…
bukan cinta yang mengelopak dihatinya rapuhnya,
Tikaman amarah
pasti menyelimuti sholatnya pada syahadatmu.

Lantas,
Berpuasalah ia pada pasrah.
Takzimlah ia pada pilhan-pilihanmu

Karena
Ia…
MENGERTI!

Pare, 30 September 2011


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: