Oleh: uun nurcahyanti | September 27, 2011

SELARUNG JEJAK


Adalah marah yang seringkali lepas dari pemikiran dan sentuhan hati kita
Bukan amarah yang tercipta karena momen yang mencipta marah
Namun amarah yang tertumpah
Karena hati yang tak tersentuh kesantunan

Adalah kesakitan yang tiba-tiba menggoda
Menghujam dan menindihkan gulana
Kesakitan yang mungkin tak tersembuhkan
Kesakitan yang menggoda tuk tawurkan amarah

Bukankah sebuah pertautan bukan milik satu jiwa
Tapi milik jiwa-jiwa yang rela bertaut
Yang didalamnya ada rasa percaya teramat dalam
Ada cinta yang bertaburan

Adalah kesalahan
Yang terjadi karena petautan, saat bertaut

Adalah Tuhan
Sebuah keindahan yang maha memaafkan

Adalah Tuhan
Yang mencipta segala pertautan

Adalah Tuhan jua…
Yang maha memahami kesalahan-kesalahan

Lantas mengapa,
Saat kesalahan tercipta
Kealpaan menggelungi renjana
Kau buang sekuntum ketulusan serupa selabar!

Selawat keterlukaan kau selempangkan
Atas nama kesucian dan saujana
Dan…
Sehamparan selara jua yang ada

: Tahukah kau, kawan…
Kau undang dendam
Dalam selarung perjalanan berikutnya!

Pare, 27 september 2011
Untuk seorang kawan yang tengah mengajarkan
Sebentuk dendam.

Terima kasih…


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: