Oleh: uun nurcahyanti | September 20, 2011

Kerja Bakti…


Kerja bakti SMART hari minggu lalu, 24 juli 2011:
start:05.30
finish:19.00!

Pekerjaan :
Bersih-bersih
…Nyuci karpet di Dung Biru
Memasang banner
Buat pagar dan batas tempat parkir
Mindahin batu batanya mbak Ida
Memperbaiki bangku yang rusak
Memperbaiki papan tulis yang rusak
Memasang paving..

#Kebersamaan,persahabatan dan cinta adalah mozaik-mozaik sederhana yang bertaburan disetiap sudut ruang kita..
Terima kasih atas segala kasih.

July 25 at 2:23am

Tulisan di atas adalah status FB saya tanggal 25 juli 2011. Saya menulis status tersebut karena merasa sangat bahagia dan terasa hebat setelah melalui hari panjang dengan segala suka cita meski melakukan pekerjaan yang cukup menguras tenaga yaitu kerja bakti dengan durasi waktu yang cukup lama.

Tulisan tersebut sekaligus sebagai apresiasi atas segala ‘kerja bakti’ yang pernah SMART team lakukan di masa-masa yang telah lalu. Bahwa kebersamaan, persahabatan dan cinta adalah sebuah bonus manis yang mewujud manakala kami mengadakan kegiatan seperti ini. Selalu ada ide gila, selalu ada hal yang diwujudkan dalam kenangan-kenangan sederhana yang berbeda-beda dengan berjuta hikmah yang tumpang tindih menganyam kehebatannya masing-masing.

Suatu waktu kami pernah memasang gorong-gorong di depan kantor SMART yany sebelumnya hanya ada jembatan kayu, yang manakala hujan deras seringkali hilang terbawa arus sungai yang meluap. Setelah diskusi kecil dan mencoba mengukur kemampuan, kami bersepakat untuk memasangnya sendiri dan hari itu juga!

Kami akhirnya bekerja bakti sampai lewat jam 10 malam karena ternyata memasang gorong-gorong tidak semudah yang kami kira…hahaha….

Capek banget memang, tapi kami sangat bangga saat itu karena kami punya keberanian untuk melewati keterbatasan kami dan sekaligus memberi kejutan bagi teman-teman siswa esok paginya karena mereka melihat ada hal yang berbeda di sekolah tempat mereka menuntut ilmu.

Di waktu lainnya, kami memperbaiki dan membuat bambu-bambu•penutup kelas karena sudah banyak yang dimakan rayap. Pada saat yang sama kami juga menutup triplek pembatas kelas dan kantor yang bolong dan katanya sering membuat tidak konsentrasi karena bisa terjadi adegan saling mengintip sehingga konsentrasi di kelas buyar karena mata sering berkelana kemana-mana.

Action plan dan segala daya pikiran dikerahkan dalam situasi yang serba minim skill seperti ini. Banyak hal yang pada akhirnya kami pelajari dalam dunia tukang menukang ini, terutama karena ternyata pada setiap detail kehidupan terdapat kecerdasan dan kecemerlangan tersendiri yang menyertainya. Dunia kami yang terbiasa bergulat dengan boardmarker dan buku karena kami adalah pengajar memiliki seni dan keunikan tersendiri, demikian juga tentu bidang-bidang pekerjaan lainnya. Kami menjadi semakin kaya akan pemahaman ini seiring dengan ke’geblek’an yang kami lakukan dalam mengerjakan pekerjaan baru yang menyenangkan ini, dunia pertukangan.

Pada kesempatan lainnya, tembok kelas ambrol! Dan lagi-lagi kami disibukan dengan kerja bakti tuk memperbaikinya. Dengan peralatan sederhana dan seadanya kami mengaduk pasir, semen dan memasang kembali batako-batako yang runtuh itu. Akhirnya, segala macam sandal pun ikut menjadi peralatan ‘perang’ kami di pagi menjelang siang hari itu.

Dan tembok kelas itu pun tegak kembali meskipun susunan batakonya ‘irregular’, tidak seperti susunan batako pada dinding-dinding yang tidak runtuh. Setidaknya, tidak ada lagi mata-mata kecil yang mengintip dari reruntuhan tembok saat teman-teman siswa sedang belajar di kelas. Hehehe…

Bagaimanapun, kami bisa bilang bahwa kerja bakti adalah forum tak resmi untuk meningkatkan semangat persaudaraan dan refreshing kecil kami dari segala rutinitas kami yang sudah sedemikian padat. Namun, di sisi lainnya orang juga bisa menuduh bahwa itu hanyalah sejumput alibi konyol yang kami lontarkan karena sebenarnya kami tidak punya cukup dana untuk memanggil tukang!

Hahaha…! Cukup sadis memang, tapi kami tak keberatan bila ada suara sumbang yang demikian karena memang begitulah kenyataannya. Dan kerja bakti sebagai solusi ‘the power of kepepet’ kami ini, ternyata telah memberi banyak arti dalam perjalanan lembaga dan tim sejak tahun 2002 silam.Begitu.


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: