Oleh: uun nurcahyanti | September 18, 2011

Ken itu siapa, Miss…?


Pertanyaan itu muncul dalam layar wall saya dari seorang sahabat dekat yang saat ini tinggal nun jauh di Jakarta sana. Pertanyaan ini muncul karena saat saya menulis catatan yang berbentuk surat, pasti nama ini yang saya pakai.

Dan dengan mantap saya jawab pertanyaan tersebut : KEN AROK!

Ya, nama salah satu tokoh yang sering diceritakan guru sejarah SD saya itu adalah sebuah nama indah yang sangat saya sukai. Lepas dari berbagai asumsi pro dan kontra tentang jejak perjalanan seorang Ken Arok, bagi saya pribadi, Ken Arok adalah simbol perlawanan kaum bawah terhadap kekuasaan.

Ken arok adalah laki-laki berdarah sudra, berjiwa ksatria dan bermata brahmana!

Bersarah Sudra

Sudra adalah kasta terendah, milik kaum terjajah atau kaum “tak dianggap” dalam strata kehidupan sekelompok manusia yang menganut sistemnya. Sudra adalah kaum budak dalam sejarah Amerika serikat, rakyat pribumi dalam konteks masa penjajahan Belanda, dan negara-negara dunia ketiga dalam konteks ekonomi global masa kini. Sudra adalah darah yang dianggap mengaliri sebagian besar rakyat pemilik sah negeri ini!

Saya atau anda atau bahkan seluruh penduduk Indonesia bisa jadi bukan berdarah sudra karena sudra hanyalah sekedar sebutan tertentu dalam satu kurun waktu. Tapi dalam berkembangannya kita semua secara sistematis telah di-sudra-kan. Mental kita diperlemah, jiwa kita dikebiri, harapan kita dikecilkan dengan kekasaran dan ketidak-acuhan selama masa penjajahan Belanda.

Saat kemerdekaan ‘sudah kita raih’, cita rasa sudra ini ternyata tidak serta merta diatasi namun tetap dipelihara demi melanggengkan kekuasaan. Agar para pemimpin bangsa tetap merasa menjadi penguasa dan pemerintah negara, bukan pengemban amanat rakyat dan pelayan kepentingan rakyat. Dan untuk itulah cita rasa sudra harus dipelihara meski dengan berbagai kemasan baru…

Jiwa Ksatria

Bagaimana pun juga sebuah entitas yang berlabel ‘kaum sudra’ ini adalah bagian dari sebuah bangsa besar yang bernama Indonesia. Dan Indonesia adalah sebuah negara bangsa yang mempunyai sejarah perjuangan demikian hebat dan panjangnya, sehingga jelas sangat patut diduga bahwa dalam setiap tubuh manusia-manusia Indonesia mengalir darah-darah para ksatria luar biasa di masa lalu.

Karakter ini harus dibusukan dan diberangus bila tidak ingin mendapat kesulitan di kemudian harinya. Dan pembunuhan karakter terjadi hampir di setiap episode perjuangan melawan penjajahan yang mengangkangi bumi Indonesia sejak pertengan abad 16 sehingga bermimpi pun terasa pahit bagi para ‘Kaum sudra’ itu. Dan jiwa-jiwa yang tidak berani bermimpi bukanlah jiwa yang bisa disebut hidup…?!

Penderitaan, kepahitan hidup, dan penghancuran harga diri bagi rakyat pribumi atau pun para budak dari orang-orang yang mengaku penguasanya adalah sebuah upaya sistematis untuk menggulung jiwa ksatria kita.

Bermata Brahmana

Mata Brahmana adalah sorot mata yang menggambarkan keteduhan, kepolosan, kejujuran, dan keberanian untuk membela dan mempertahankan kebenaran.

Mata-mata seperti ini adalah mata-mata milik komunitas yang berperadaban tinggi yang memiliki keteguhan keyakinan dengan tingkat spiritualitas yang pasti tidak main-main!

Sebuah komunitas yang pasti sangat ditakuti sekaligus dihormati sehingga tidak layak untuk dibiarkan bertumbuh! Mengapa? Hanya keteguhan dan keyakinanlah yang menghancurkan ketidakbaikan. Dan mata-mata brahmana ini tidak boleh dibiarkan membiak karena masyarakat dari bangsa yang bertipikal seperti ini adalah masyarakat bangsa yang tercipta sebagai pemimpin dunia utusan langit!

Ken Arok

Ken arok adalah simbol magis dari perlawanan terhadap kesewenang-wenangan penguasa yang selalu berkeinginan melanggengkan kekuasaannya lewat jalan apa saja terutama keturunan.

Ken Arok adalah sebuah sosok yang muncul demi menghentikan goresan tinta sejarah demi sebuah kesadaran bahwa setiap diri berkesanggupan untuk menjadi pemimpin tertinggi sebuah negara bangsa tak peduli bagaimana latar belakangnya, karena ada belajar yang mendampingi seorang individu untuk berproses. Seperti Ken arok yang tak berhenti bergerak dan berproses.

Ken Arok adalah sahabat imajiner saya yang sangat menginspirasi!Begitu.


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: