Oleh: uun nurcahyanti | Agustus 27, 2011

TAHAJUD


Ketika seorang teman tahu tentang salah satu tadisi SMART di bulan Ramadhan yang mana sering mengadakan jam belajar di waktu-waktu yang tidak lazim, maka dengan sangat sinis beliau menyatakan berkeberatan. Memang sih waktunya seringkali mengundang kontroversi dan memicu reaksi negatif seperti : mulai Jam 23.30 dan berakhir jam 03.30, atau mulai jam 01.30 dan berakhir jam 03.30 dan lain sebagainya.

Dan penyataan yang beliau lontarkan adalah hal yang berkaitan dengan sholat tahajud. Dan ucapan yang beliau sampaikan pada waktu itu adalah ”Kan waktunya sholat tahajud..kalo belajar jam segitu sholat tahajudnya bagaimana?Momen Ramadhan kan momen ibadah!”

Saya bersepakat bahwa Ramadhan memang momen ibadah, namun bukankah menuntut ilmu juga bagian dari ibadah? Tahajud bagi saya adalah :

Interaksi dengan Alloh lewat sujud-sujud ilmu
bersajadahkan kemauan kuat untuk tak berhenti belajar!
Menangis dalam perjuangan demi mempertahankan keyakinan
Dan kerendahatian untuk menjadi pembelajar sejati…
Bercinta dengan Sang Penguasa lewat semesta ilmu…

Inilah inti dari sholat tahajud bagi saya, karena kala Alloh mengajarkan kita untuk bersujud dalam sholat, sebenarnya ada pembelajaran besar yang dimaui Alloh yaitu menundukan segala rasa ke-manusia-an kita pada Dzat yang paling hebat tiada tara, bukan sekedar menggugurkan kewajiban sholat atau memenuhi gerakan sahnya sholat semata.

Tahajud adalah tentang etos kerja dan manajemen waktu yang sebaik-baiknya. Yaitu mengawalkan bangun demi bermesra dengan Illahi sebagai Sang Sumber Energi. Bertahajud adalah tentang mempertahankan kapasitas positif dan aktif bagi manusia. Sujud-sujud panjang yang penuh khidmat itu semakna dengan sebuah perjuangan untuk mempertahankan sifat kerendahatian manusia yang seringkali masih berbalut target-target di luar Alloh semata. Dan segalanya pasti berdasarkan ilmu-ilmu yang ada, yang bukan sekedar pelajaran-pelajaran di sekolah atau tempat kuliah, namun hanya bersandar pada ilmu Alloh.

Mari rapikan tahajud kita agar kita tak lelah dan terus berenergi di sepanjang hari, dan bila tahajud kita tak membekaskan keinginan untuk memperoleh ilmu skaligus membagikannya, rasa-rasanya tahajud kita mesti dikoreksi kembali agar tak terjebak pada rutinitas ritual belaka..Alangkah sayangnya…


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: