Oleh: uun nurcahyanti | Agustus 26, 2011

SEBUAH CATATAN DI AKHIR RAMADHAN


Hari Selasa lalu, 23 Agustus 2011, tim kami melakukan sebuah pertemuan terakhir sebelum sebagian besar dari kami pulang kampung untuk me-recharge kembali energi kami setelah satu tahun merantau dan memperjuangkan mimpi-mimpi masa muda kami. Dan tempat recharge yang paling tepat adalah ke pangkuan para sumber energi yaitu orangtua kita sebagai wakil Tuhan di dunia, orang-orang mulia yang tak surut semangatnya untuk senantiasa mengalirkan doa-doa tulusnya buat kita anak-anaknya.

Malam itu terasa sungguh menakjubkan meski awalnya terasa sesak dan kaku. Bila pada Ramadhan tahun lalu kami mendapat kado istimewa berupa berita bocornya data LPJ tahunan dan bocornya soal-soal Placement Test SMART sejak tahun 2002 – 2007, tahun ini kami mendapat ujian berharga berupa ‘permasalahan hati’ yang dialami oleh hampir sebagian besar anggota tim yang notabene memang masih berusia relatif muda. Akibat dari ‘permasalahan hati’ apapun itu masalahnya tentu bisa ditebak, pusaran energi yang biasanya terikat erat akhirnya renggang dan nyaris berantakan. Sensitivitas tiba-tiba merajalela seperti wabah dan hampir tidak bisa dihentikan. Dahsyat.

Kendala utamanya tentu adalah masalah komunikasi dan kebesaran hati dalam memahami cara berpikir dan pijakan orang lain dalam menentukan sikap, karena kadang kita meremehkan ‘sahur’ alias menanyakan kepada pihak yang bersangkutan untuk sekedar konfirmasi atau mengklarifikasi suatu permasalahan. Atau sikap yang justru muncul adalah ‘berbuka puasa’ dulu sebelum melakukan ‘sahur’. Maksudnya, sudah menjustifikasi alias menarik kesimpulan tanpa melakukan observasi apalagi bertanya untuk klarifikasi dan konfirmasi. Dan hal-hal seperti ini pada akhirnya membuat onggokan masalah-masalah hati menjadi semakin tinggi dan terasa menyesakkan.

Ramadhan yang datang tahun ini memang seperti hujan yang hadir untuk membasuh kemarau yang mengerontang. Energi Ramadhan bagai sebuah pusaran hebat yang arusnya memancarkan kesejukan hingga kedangkalan-kedangkalan yang tengah meraja di hati kami tergerus arus pusaran energinya. Subhanallah…

Dan malam itu, segala lara hati yang kami rasakan, kami coba untuk diuraikan dengan kebeningan jiwa di malam yang penuh anugerah itu.
Kebetulan malam itu kami didampingi oleh salah seorang tim SMART senior yaitu Mr Keceng yang mengingatkan akan ikrar yang telah kami buat saat workshop dalam rangka ulang tahun SMART dua bulan lalu. Sebuah ikrar semakna dengan syahadat yang merupakan sebuah komitmen awal yang kita buat sendiri untuk kemudian kita perjuangkan untuk diwujudkan. Sebuah ikrar semakna dengan mimpi. Sebuah target hidup yang tak boleh hanya menjadi basa-basi atau hanya slogan diri semata. Pada workshop 12 Juni 2011lalu kami semua telah berikrar dan tentu sangat penting kiranya bagi kami untuk mengingat kembali ikrar yang telah paripurna kami ucapkan dan bahkan kami tuliskan.

Kontemplasi tim malam itu kami akhiri dengan pelukan persahabatan dan jabat tangan untuk mempertegas rasa saling memaafkan. Sangat indah!

Saat memeluk saya, Mr Keceng berkata pelan tapi tegas, “ Titip SMART ya Miss, jangan lelah menjaga teman-teman, menjaga tim! Titip arek-arek yo Miss..!!”

Sebuah amanah dari seorang sahabat dan juga alumni terbaik yang pernah kami miliki. Sebuah amanah yang terasa wajar dan lumrah, tapi tentu tidak seperti itu yang saya sendiri rasakan. Amanah adalah sebuah pancaran energi lain selain mimpi-mimpi yang kita punya. Amanah adalah benang-benang mimpi yang dimiliki orang-orang yang peduli dengan masa depan gemilang yang ada di masa depan kita. Dan SMART adalah lembaga yang terbangun dari titipan amanah-amanah para alumninya, baik tim maupun siswa. Semoga kami terus diberi kemampuan untuk senantiasa kukuh dalam menjaga setiap amanah yang dititipkan pada kami…

Selamat berzakat, bershodaqoh, sebagai penyempurna proses perjuangan dalam menemukan jawaban-jawaban kehidupan kita semua. Mohon maaf atas segala tutur yang pasti masih kurang berkenan, sikap yang masih kurang pantas dan kebaikan yang masih kurang tulus. Mohon diikhlaskan segala khilaf…
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H
Sahabat, titip Indonesia!


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: