Oleh: uun nurcahyanti | Agustus 26, 2011

GERAKAN ANARKIS MAHASISWA


Dari comment dari seorang kawan yang saya copy paste pada tulisan saya sebelumnya:

brother,,, msh ingat sejarah saat rezim soeharto tumbang oleh gerakan mahasiswa y menuntut reformasi? dan saat ini dmakassar tengah terjadi gerakan mahasiswa yang akan kembali mengulang sejarah y insya Allah akan meneriakkan gerakan Indones…ia merdeka,,,!!! Revolusi Indonesia baru,,,, tp gerakan ini slalu dsebut oleh kaum birokrat sbgai gerakan anarkis mahasiswa,,,, ironis memang tp mungkin dgn cara anarkis sperti inilah y khan menumbangkan rezim SBY y menjadikan negara kita lumbung korupsi,,, bahkan birokrat kita dgn enteng mengatakan “korupsi adalah sebuah kebutuhan”

Pasca tumbangnya rezim Soeharto, Indonesia disemarakan dengan berbagai aksi demonstrasi yang digawangi oleh berbagai pihak dengan pelbagai topik demo baik dalam skala lokal maupun nasional. Dan pada perkembangannya aksi inipun ditunggangi oleh banyak kepentingan,baik yang masih dalam jalur kebenaran dan kebaikan ataupun yang telah sedikit melenceng atau bahkan sangat melenceng.

Namun hal yang tampaknya memiliki sikap seragam adalah penjustifikasian aksi ini, yang justru dilontarkan oleh kalangan media massa dan elektronik, dimana kata anarkis menjadi penjelas kata demonstrasi yang paling mesra dan setia hadir mendampinginya. Misal: ‘Demo yang berlangsung anarkis…” atau “ Aparat keamanan bersiaga penuh untuk mengantisipasi terjadinya anarkisme dalam demo mahasiswa…”

Dari sini terkesan bahwa kata anarkis membawa makna yang negatif yaitu suatu tindakan yang ‘beringas’, ‘tidak terkendali’, ’tidak terprediksi’ dan dekat dengan kekerasan yang mampu menghancurkan. Padahal makna dasar dari kata “anarkisme” adalah suatu paham yang menawarkan ide sebuah negara tanpa pemerintahan karena pemerintahan dianggap melakukan penindasan kepada bangsa yang diperintahnya.

Dari sini bisa kita lihat bahwa kata ”anarkis” telah mengalami penjungkir-balikan makna sehingga sebenarnya media televisi yang sering menjadikan aksi demo mahasiswa sebagai berita yang perlu disajikan secara heboh dan provokatif secara sistematis telah menggeser makna kata ini sehingga menjadi jauh panggang dari api alias malah tidak nyambung. Dan sebagai akibatnya kata ini menjadi sebuah kata populer dengan konotasi negatif alias telah bercitra buruk.

Akibatnya tentu bisa diprediksi, yaitu bahwa ide dasar dari paham ini malah tidak sampai kepada masyarakat luas secara benar, sehingga besar potensinya untuk tidak diterima dalam benak kebanyakan anak bangsa karena kata “anarkis” sudah diberi label buruk. Seperti orang dewasa yang suka men-cap anak-anak yang aktif dan berani menunjukan eksistensinya yang serba tidak seragam sebagai anak nakal bahkan liar! Astaghfirullah…

Bila kondisi ini dibiarkan terus bergulir tanpa adanya pewacanaan ulang secara terus-menerus, maka gerakan mahasiswa dalam bentuk apapun dengan tujuan apapun, rasanya bakal menemui jalan yang sangat terjal dengan dinaungi kecuraman jurang, karena dukungan rakyat bisa jadi terganjal dengan terbentuknya asumsi-asumsi yang sengaja dicipta demi memecah konsentrasi massa secara pemikiran. Dan upaya keras rekan-rekan mahasiswa untuk menumbangkan kekuasaan yang tidak amanah seperti saat menumbangkan rezim Soeharto dulu, akan mendapat ganjalan yang cukup serius.

Sebuah kata memang, tapi memiliki daya hancur dan berpotensi memberangus kebenaran yang seharusnya bertumbuh. Mari mulai kritis terhadap pereduksian kosakata indah kita, kawan.


Responses

  1. maaf ya bunda kalo catatan bunda sering saya publikasikan… demi sebuah pembelajaran….. berbagi dalam wawasan…🙂

    • Oke Ki..semoga bermanfaat, hidup adalah tentang saling memberi manfaat. Semoga kau pun tetap dalam lingkar niat yang demikian..

    • oke, Vik…semoga bermanfaat, hidup adalah tentang memberi manfaat..

    • siiip…ayo melukis kosakata untuk membangun rumah-rumah makna Vik…


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: