Oleh: uun nurcahyanti | Agustus 20, 2011

NASIONALISME


Wikipedia mendefinisikan nasionalisme sebagai suatu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (nation) denganmewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia.
Hal ini bermakna sama dengan Bhinneka Tunggal Ika, yaitu sebuah paham bahwa keanekaragaman alias perbedaan-perbedaan dalam suatu negara adalah bermuara pada satu hakekat keberbangsaan itu sendiri, atau dengan bahasa yang lebih sederhana dipersatukan.

Namun sayangnya saat ini pengertian dari kata nasionalisme ini dalam Bahasa Indonesia malah sering diartikan sekedar semangat kebangsaan atau semangat cinta tanah air semata. Ironisnya lagi, semangat kebangsaan dan cinta tanah airnya itu hanya sekedar pesanan alias terjadi pada momen-momen tertentu karena memang musimnya sedang demikian. Contohnya : peringatan HUT Republik Indonesia atau saat timnas Indonesia menang di kancah pertandingan internasional, tapi manakala bermain kurang memuaskan, kita pun juga ramai-ramai menghujatnya…!

Sungguh semangat nasionalisme yang salah kaprah dan sangat pilih kasih.

Tak salah memang bila kita mengartikan nasionalisme sebagai sebuah paham tentang semangat berkebangsaan. Karena sebuah pemahaman bahwa kita merupakan bagian dari sebuah tubuh yang bernama bangsa merupakan pondasi utama yang mendasari keberlangsungan atau eksistensi sebuah bangsa yang pastinya memiliki budaya, nilai moral, karakteristik diri dan sikap, dan dalam perjalanan sejarahnya akhirnya mencipta peradaban sebuah bangsa.

Dan untuk menimbulkan semangat kebangsaan ini haruslah diawali dengan kesadaran berbangsa yang tidak bisa terwakili apalagi terbentuk oleh jargon-jargon kampanye apalagi sekedar iklan di televisi ataupun tayangan-tayangan pesanan sesuai dengan momentum-momentum nasional saja. Kesadaran kebangsaan ini adalah sebuah sistem energi yang aktif dan bertumbuh sesuai dengan stimulasi yang melingkupinya. Ibarat pertumbuhan sebuah benih. Lingkungan tempat bertumbuh, perawatan dan pupuk serta ketercukupan akan air akan menentukan kualitas pertumbuhan sang benih. Semangat kebangsaan pun tak ubahnya seperti itu. Sebuah sel hidup yang mesti tak lelah untuk ditumbuhkan!

Tak salah juga bila nasionalisme diartikan sebagai semangat cinta tanah air,sepertinya, Namun bila kita tilik dari makna kata ini, sesungguhnya semangat cinta tanah air dengan benar-benar mencintai tanah air itu sangat tidak sama. Semangat cinta tanah air hanya bergolak pada titik api semangatnya saja, sementara benar-benar cinta tanah air adalah kondisi membara pada diri manusia yang berdampak pada peningkatan daya ledak kualitas diri manusia dalam bertindak dan berbuat. Sebuah rasa cinta akan menimbulkan kepercayaan. Suatu kepercayaan akan menimbulkan ketulusan, dan sebuah ketulusan akan bermuara pada karya-karya terbaik bagi kemanusiaan dan kesemestaan. Karya-karya inilah ilmu illahiah yang menitis pada sejarah kehidupan manusia. Yang kan mengukir peradaban-peradaban luhur sebuah bangsa.

Namun manakala semangat kebangsaan dan cinta tanah air ini hanya sebatas tutur manis para biduanita, reporter televisi atau para host dan seniman televisi atau bahkan para guru dan dosen yang bertindak karena tugas dan karena tuntutan kepatutan semata, maka nasionalisme dalam pengertian ini juga hanya tinggal slogan kosong belaka yang datang tak diundang dan perginya entah kenapa. Ironis sekali.
Pada sisi lainnya, bila nasionalisme diartikan setara dengan Binneka Tunggal Ika, dan memang demikia adanya, maka kita akan memulai dasar nasionalisme dari kesadaran individual yang paling hakiki yaitu individualitas manusia alias segala keunikan yang menyertai setiap kelahiran anak manusia, atau anak segala bangsa. Bahwa setiap manusia itu unik,setiap suku itu memiliki ke-khas-an masing-masing. Bahwa setiap komunitas menyimpan budaya dan bahasa. Moralitas dan karakteristik diri. Perbedaan-perbedaan ini adalah sunatullah, sebuah kewajaran sehingga tak perlu diseragamkan, tapi harus disatukan. Diikat dalam satu ikatan negara dan bangsa bagai lidi yang diikat salah satu ujungnya laksana sapu lidi!

Nasionalisme adalah tentang lagu indah adanya perbedaan individu ataupun kelompok-kelompok masyarakat dengan perjuangan panjang untuk menyatukannya dalam sebuah bejana yang bernama negara dengan segala kondisi kebangsaannya.

Sahabat, banggalah karena kita berbeda. Sungguh suatu anugerah karena tanah air ini ditumbuhi oleh banyak bangsa (baca : suku bangsa) dengan keberagaman budayanya.Namun apapun itu, kita adalah satu : BANGSA INDONESIA!

Sebuah persembahan sederhana namun penuh cinta setulus jiwa raga untuk negeriku nan elok : INDONESIA
Pare, 19 Agustus 2011
Uun Nurcahyanti


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: