Oleh: uun nurcahyanti | Agustus 9, 2011

SERANTA MALAM


by Amier Zeromind on Saturday, January 8, 2011 at 6:10pm

Biarkan jelaga itu….
Menggantung dilangit-langit rumah kita,
karna itulah tabungan kita, jerih payah kita selama ini,

Biarkan…
Orang lain mencibir dari atas loteng rumah mereka,
Karna memang kita tak punya apa-apa,

Tapi kita masih bisa memberi asap dari tungku kayu dapur kita,

Mengepul…
Membumbung tinggi,
berbicara pada awan…
bulan…
Bintang…
Dan matahari…
Tentang pahit getirnya hidup ini,
tentang rintih tangismu ditengah malam,
tentang tangis sibungsu yang minta susu,
tentang renggekan sisulung yang minta sepeda,

nyalakan terus tungku itu,
biarkan asap mengepul,
biarkan jelaga memenuhi atap rumah,

mudah-mudahan…
Esok pagi kelak akan ada setetes embun yang jatuh kedalam periuk kita
bercampur dengan airmatamu
dan menjelma jadi butiran mutiara,

Bukankah hidup penuh dengan keajaiban..?
Serantaku pada malam.

(amier zeromind)


Responses

  1. Cobaan dan harapan memang berupakan bagian dari hidup. Cobaan harus dilalui dan diselesaikan; sementara harapan mesti diwujudkan dengan usaha dan doa.
    Puisinya keren.

    🙂 Salam,

    Mochammad
    http://mochammad4s.wordpress.com
    http://piguranyapakuban.deviantart.com


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: