Oleh: uun nurcahyanti | Agustus 6, 2011

Busur Dan Anak Panah….( 2 )


Dialog tentang puisi Busur Dan Anak Panah yang diambil dari facebook. Sulam pemikiran yang cukup unik dan menarik

Amie : Cie..persiapan untuk jadi orang tua nih..?

Lala : Bukan, ini curhat sebagai seorang anak…, sekaligus pengingat bagi kita semua sebagai calon orang tua.
Trus sebagai anak ya biar selalu ingat bahwa kita ini (anak panah) hanya bisa melaju ketika ada busur (orang tua).
Ayo Am, kalau anak iku sebagai anak panah, dan busurnya itu orang tua, trus sang pemanahnya itu siapa?

Amie : Sang Pemanah: Tuhan? Bener nggak mbak?

Lala: Sang tangan takdir, alias Tuhan..
Betul..betul..itu…
Tapi syair ini ada kelemahannya Am… Ada pengibaratan yang kurang tepat. Apa hayo????

Amie: Apa mbak? Rumah hari esok yang tak pernah dikunjungi meski dalam mimpi? Apa busurnya?
Kok malah mengkritik Kahlil Gibran. Hahaha…

Yusi : Apa pengibaratan yang kurang tepat??

Lala :Dengan pengibaratan anak panah, busur, dan pemanah untuk anak, orang tua, dan Sang Tangan Takdir (Tuhan), bukankah berati kemana arah dan sejauh mana anak panah itu menuju tergantung pada kemauan sang pemanah? Gimana menurutmu?

Hani : Menurutku iya memang begitulah La..sehingga memang tidak ada manusia yang mutlak identik dalam segala hal. Dalam bahasa psikologi anak saat ini dikatakan bahwa setiap anak adalah unik. Dalam bahasanya ayah Irwan Rinaldi:setiap anak adalah bintang.Tuhan telah memberikan titik bidik sang anak panah sesuai dengan skenario besar yang bernama kesemestaan. Target bidikan itu duduk diam menunggu sang anak panah. Dan Tuhan pun menunggu apakah Sang Busur panah cukup kokoh dengan tali-tali lenturnya nan ulet mampu menumpu kemana anak panah hendak dilepaskannya. Yang pasti, Tuhan adalah pemanah hebat yang super tepat sasaran dengan presisi yang tidak boleh diragukan lagi, tapi apakah busur panahnya juga siap?
Aku baca puisi ini tahun 1991, La, dan langsung sadar bahwa ternyata tujuan hidupku bukan atas kemauan orang tua atau orang-orang lain tapi atas kemauan kita sendiri karena kemauan kita adalah pengejawantahan dari kemauan Sang Pemilik Hidup.

Yusi : Ehm.. ada beberapa hal yang kayak gitu kayaknya. Ada yang telah tertulis dalam skenario fix yang bagaimanapun prosesnya tapi tidak bisa diubah, tapi tetap, ada yang tidak demikian.
Dan sekali lagi, Sang Pemanah lah yang memiliki jawaban atas sejuta rahasia dan ketidakpastian dugaan kita.. .

Lala : “kemauan kita adalah pengejawantahan dari kemauan Sang Pemilik Hidup”
benarkah begitu Miss?
Sebenarnya aku masih memikirkan obrolan kita dulu Miss, tentang apakah masa depan kita sebenarnya sudah ditulis Tuhan atau kita sendiri yang menulis; …kalau dari puisi itu, berati kan Tuhan yang menentukan sasaran, apa kita juga bisa ikut menentukan sasaran?
Tapi jika memang kemauan kita adalah pengejawantahan dari kemauan Sang Pemilik Hidup, aku menjadi tenang
Sekarang tinggal aku mlanjutkan proses penemuan tentang apa yang aku inginkan yang juga berarti apa yang Sang pemilik Hidup inginkan.

Hani : Tidak mungkin tidak La,,karena kita adalah bagian dari tubuh dan pikiran Tuhan.Kita tenggelam dalam dzat Tuhan,so Tuhan selalu ada dalam tiap tetes pikiran dan kemauan kita. Makanya penajaman memahami hati nurani sangatlah perlu. Satu hal, …kita memang tercipta untuk memenuhi sasaran yang telah ditetapkan sehingga Tuhan memberi manusia kapasitas,karakter dan perjalanan hidup yang tidak sama, modal yang dioberikan Tuhan pasti sesempurna sasaran yang dirajutkannya saat penciptaan kita,La..termasuk busur panahnya untuk kita adalah bagian dari penetapan sasaran itu..Ayo..semangat!!Tuhan saja bersemangat dan penuh percaya diri saat mepaskan kita, sang busur panah.. masak busur panahnya patah ditengah jalan,.

Lala: siap miss..
penajaman dalam memahami hati nurani..

Hani : Siip…

Pare,5 Agustus 2011
Diadopsi dari dialog di facebook tentang sajak Kahlil Gibran, Busur Dan anak Panah..


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: