Oleh: uun nurcahyanti | Juli 31, 2011

Pendidikan Di Mata Saya


Senin, Mei 25, 2009 SMART ILC

KUALITAS PERADABAN SUATU BANGSA DITENTUKAN OLEH KUALITAS PIKIR SUMBER DAYA MANUSIANYA

KUALITAS PIKIR SUMBER DAYA MANUSIA SUATU BANGSA DITENTUKAN OLEH SISTEM PENDIDIKAN YANG DIANUT OLEH BANGSA YANG BERSANGKUTAN

Sahabat,manusia adalah makhluk yang dilengkapi dengan akal pikiran dan hati nurani__dua hal yang secara fungsional tidak dimiliki oleh dua makhluk hidup lainnya secara sistemik dan maksimal. Hal ini tentunya menjadi pertanyaan mendasar pertama:apa sih sebenarnya maksud Sang Pencipta memberikan perbedaan fungsional dan fisikal yang sedemikian ekstrem itu?
Hewan memiliki otak manusia juga memiliki otak, namun sistem otak manusia dan hewan ternyata berbeda. Milyaran sel otak yang dimiliki manusia bisa saling terhubung satu dengan lainnya, sehingga pada akhirnya membentuk suatu kondisi yang luar biasa, yaitu memunculkan berbagai karakter kinerja otak seperti: pemahaman, pengasosiasi an,pengkomparasian dan peneluran ide. Hal ini bisa jadi juga dimiliki juga oleh hewan tapi dalam kapasitas yang jauh lebih sederhana.

Karakter yang menonjol lainnya adalah kemampuan mempertimbangkan, menganalisa dan memutuskan. Berbeda dengan hewan yang cenderung memiliki karakter ini dalam kapasitas instingnya semata karena naluri untuk mempertahankan eksistensinya sebagai makhluk __bukan untuk menyadari eksistensinya lantas mengembangkan kapasitas dan potensi dirinya sebagai bentuk tanggung jawab atas penciptaannnya. Sementara bagi manusia otak digunakan untuk mengembangkan potensi dan kapasitas kemanusiaannya.

Dari komparasi sederhana tersebut maka wajar bila stimulasi yang diberikan pada manusia dan hewan tentunya juga berbeda pada akhirnya. Dan dari situlah tugas kemanusiaan itu muncul yaitu memaksimalkan potensi-potensi dasar yang dimiliki oleh individu yang bernama manusia.

Belahan-belahan otak dan kerumitan sistem otak yang dimiliki manusia merupakan misteri indah yang tidak akan pernah usang untuk dipelajari dan diurai. Belum lagi permasalahan hati yang merupakan samudra misteri yang maha luas dan berpalung-palung. Ibarat samudra yang menyimpan lautan misteri dan material, hati manusia juga merupakan suatu sistem rumit yang bertabur bermilyar rahasia ilahiyah yang perlu digali dan terus dikaji.

Sahabat,hal lain yang tak kalah menarik sebagai bagian dari kekayaan manusia adalah bahasa. Hewan juga memiliki bahasa namun bagi manusia bahasa adalah bagian hakiki dari kehidupannya. Manusia membutuhkan alat untuk menerjemahkan proses pergulatan hati dan pemikirannya. Dan untuk itulah manusia dilengkapi dengan bahasa agar pergulatan hati dan olah pikirnya dapat tertuang hingga pada akhirnya terjalin pemahaman antar manusia . Dari pemahaman tersebut akhirnya muncul pengkajian dan pembelajaran. Sungguh sebuah sistem sempurna yang melengkapi sistem lain yang ada dalam diri manusia.

Dari kondisi ini sangat jelas terlihat bahwa pembelajaran adalah bagian tak terpisahkan dalam nafas hidup makhluk yang bernama manusia. Kelengkapan sistem yang dimiliki manusia telah memaklumatkan manusia sebagai makhluk pembelajar sejati, dan tentu saja untuk menjaga kapasitas pembelajarannya, manusia membutuhkan sistem pembelajaran yang mampu menstimulasi potensi-potensi dasar tersebut.

Sayangnya,sahabat, sistem pembelajaran atau yang lebih kita kenal dengan istilah pendidikan saat ini acapkali terkesan meninggalkan nilai kesemestaan dan justru mengkerdilkan stimulasi potensi yang seharusnya menjadi amanah fundamentalnya. Dapatkah Sahabat bayangkan bagaimana skala masalah yang ditimbulkannya bila kondisi tersebut terjadi secara sistemik pada suatu komunitas dan dalam jangka waktu yang panjang.

Bisa jadi hal itu tidak hanya mengancam eksistensi individu dalam komunitas tersebut namun juga berpotensi mengancam eksistensi komunitas yang bersangkutan. Indonesia adalah komunitas, Sobat. Amanah Pendidikan Nasional memang amanah untuk negara dan kita berhak menuntut agar negara memberikan perhatian terbaik untuk peningkatan pendidikan agar sumber daya manusia Indonesia menjadi lebih berkualitas. Tapi sementara negara belum juga mampu mewujudkannya, tidak ada salahnya kan bila kita berperan secara aktif untuk mengembalikan pendidikan pada fungsi hakikinya? Toh negara pun butuh dididik dan didukung,bukan?

Tulisan ini saya persembahkan untuk sahabat saya,Arif Ramdan, yang berencana mengkampanyekan Indonesia SMART 2020.
Let’s steps INDONESIA SMART 2020!


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: