Oleh: uun nurcahyanti | Juli 27, 2011

Model Mental Porno


OPINI | 27 October 2010 | 22:05 225 1 Nihil

Pornografi dan pornoaksi adalah dua kosakata yang cukup populer di Indonesia saat ini. Kontroversi tentang pornografi dan pornoaksi marak diberitakan oleh pelbagai media. Kontroversi yang berkembang secara berkesinambungan itu akhirnya justru mendorong rasa penasaran anak-anak dan remaja untuk mengintip tentang kosakata populer tersebut. Bila sekedar membuka kamus populer untuk memahami makna kata tersebut,tentunya hal itu tidak akan jadi masalah pelik. Namun bila pemuasan rasa ingin tahu tersebut mengunakan gaya belajar kinestetik,tentu hal itu berpotensi untuk menjadi suatu masalah pelik.

Dan data tentang angka pengguguran kandungan yang dilakukan oleh pasangan pra nikah yang mencapai angka 1,5 -2 juta per tahun merupakan masalah awal yang cukup benderang dan tentunya merupakan keprihatinan kita bersama terhadap regenerasi kader-kader bangsa nantinya. Entah berapa banyak calo-calon kreator dan pemimpin bangsa ini digugurkan sebagai tumbal dari pilihan sikap orang tuanya sendiri.

Data lain mengenai tingkat ketercanduan pornografi pada anak-anak mulai kelas tiga SD hingga kelas tiga SMU yang mencapai angka 90%,seharusnya memicu kesadaran kita bersama tentang bahaya yang tengah mengancam keberlangsungan kita sebagai bangsa karena kondisi ini melibatkan generasi masa depan Indonesia.

Menurut Ust. Irwan Rinaldi,bila seseorang telah melakukan minimal 36 kali onani atau masturbasi, maka dalam benak anak tersebut secara tidak sadar akan terbentuk konsepsi diri yang berbau seksualitas semata.Konsepsi dasar ini terbentuk pada otak seorang individu dan akan mempengaruhi cara pandang si individu tersebut, meski hanya sekedar tentang konsepsi benda yang dipandangnya.

Konsepsi yang dikenal sebagai model mental porno ini tentunya akan sangat mengganggu kerja otak orang yang bersangkutan karena gambaran visual dalam benaknya umumnya berisi file-file seksualitas semata .Persepsi konkret maupun abstraknya juga dipenuhi virus pornografi maupun pornoaksi. Kondisi ini secara otomatis tidak mendukung anak untuk tetap pada jalur berkonsentrasi penuh pada peningkatan kualitas dirinya melalui belajar karena dia akan lebih terpacu untuk memuaskan gejolak persepsi yang sudah tercetak pada benaknya daripada secara sadar memasukkan nilai-nilai karakteristik diri baru yang didapatnya melalui belajar.

Dalam keadaan yang seperti ini tentunya belajar bukan lagi menjadi hal yang menarik bagi indivdu yang bersangkutan.Dan bila hal ini menimpa sebagian besar generasi belia Indonesia,di masa depan kita akan sangat kekurangan orang-orang dengan kualitas diri yang mumpuni.

Hal lain yang diungkapkan oleh Ust Irwan adalah bahwa kondisi ini jauh lebih berbahaya daripada mencandu obat-obatan terlarang dan narkotika karena model mental porno ini ada dalam benak kita dan secara fisik tidak terlihat. Model mental adalah energi yang tentu saja tidak mungkin dimusnahkan begitu saja.Model mental hanya bisa dminimalisir atau dialihkan. Untuk mengubah model mental seorang individu diperlukan waktu yang cukup lama dan sangat tergantung pada kemauan si pemilik model mental tersebut. Kenikmatan fantasi yang telah mendekam dalam ruang otak tentu bukan hal yang gampang untuk dienyahkan.

Kenyataan yang terpapar didepan mata kita ini tentu saja sangat tidak layak untuk diabaikan karena keberlangsungan hidup sebuah bangsa sangat tergantung pada kualitas sumber daya manusianya. Model mental porno adalah virus yang sangat mungkin masuk dan merasuki orang-orang tercinta kita, mari mulai peduli pada kondisi dan kualitas yang tengah dibangun oleh belia-belia Indonesia.


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: