Oleh: uun nurcahyanti | Juli 26, 2011

Kurikulum: Cara Belajar Guru Aktif


by Uun Nurcahyanti on Wednesday, August 18, 2010 at 1:46am

Saya adalah orang yang sangat merindukan kurikulum pendidikan di Indonesia berubah dan mencoba untuk menganut kurikulum CBGA alias Cara Belajar Guru Aktif.Kok guru yang aktif?Bukankah yang menjadi sasaran pembelajaran itu adalah murid?Seharusnya murid atau siswalah yang aktif karena mereka yang belajar dan mereka yang butuh untuk mempelajari sesuatu,sementara guru kan mediator,orang yang mendampingi dan mengarahkan siswa untuk memaksimalkan potensi-potensi kecerdasannya.

Memang seperti itulah adanya dan hal itu adalah kelaziman dalam kegiatan belajar mengajar. Dengan kondisi yang seperti itu,maka peran guru sangat penting dan strategis dalam pembentukan gaya belajar siswa termasuk dalam membangun motivasi dan tradisi-tradisi hebat dalam diri seorang siswa. Peran guru yang demikian luar biasa ini tentu harus tertuang dalam wujud keteladanan karena tanpa contoh konkrit atau keteladanan maka siswa tidak terpondasikan oleh konsep yang nyata dan kukuh.

Dari kondisi ini jelas terlihat bahwa peran guru begitu penting bagi siswa. Siswa akan belajar dengan gembira bila guru membawa kelas dengan penuh kegembiraan. Siswa akan bersemangat bila guru-gurunya pantang menyerah dan optimis dalam menapaki waktu. Siswa akan gila baca bila gurunya orang-orang yang referensial dan berpengetahuan luas. Siswa tak mungkin keberatan untuk belajar, bila suri tauladannya adalah orang-orang yang tekun menambah ilmu. Siswa tidak akan berorientasi nilai bila pendampingnya adalah orang-orang yang setia pada proses dan selalu mengingatkan bahwa intensif itu bukan instan,bahwa pencapaian hidup yang paling dasyat adalah mengarungi samudra proses tanpa pernah berkata menyerah meski kita berkali-kali tersungkur. Siswa akan bangkit mengejar mimpi-mimpinya bila guru-gurunya bahu membahu menjadi tangga bagi siswa untuk melenting demi meraih mimpi-mimpi itu.

Dalam diri setiap siswa terdapat jejak ilmu guru-gurunya,maka guru adalah motor yang mesti bergerak dan aktif membangkitkan karakter-karakter positif dalam diri siswa dan memaksimalkan potensi kecerdasan yang dimilikinya. Siswa pasti aktif bila guru aktif.Namun, bila hanya siswa yang dituntut aktif sementara konsep dan tauladan tentang gagasan aktif tiada terpapar secara nyata,maka siswa pun akan aktif dalam ketidaknyataan dan hal tersebut berpotensi menghimpun kecurangan dan ketidakjujuran yang selanjutnya bisa jadi hal itu menjadi tata nilai diri pada siswa.

Hakekat hidup adalah bergerak. Aktif semakna dengan bergerak.

Harapan saya yang paling dalam adalah kemajuan pendidikan di negeri khatulistiwa ini,pendidikan untuk membentuk generasi penerus bangsa yang tangguh dan jujur serta terobsesi pada karya nyata untuk bangsa.Semoga ide tak lazim ini bernilai inspirasi.

17 Agustus 2010

jangan menangis terus Ibu Pertiwiku..


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: