Oleh: uun nurcahyanti | Juli 26, 2011

HP Tanpa Gambar Porno Nggak Gaul…


by Uun Nurcahyanti on Tuesday, November 9, 2010 at 8:56pm

Pernyataan di atas saya dapat dari salah seorang penanya saat saya siaran di radio Andhika FM minggu lalu.Pernyataan yang sudah populer di kalangan remaja kita memang,tapi membuat hati terasa diiris sembilu.

Kata-kata yang populer dan merasuki benak sebagian besar kita adalah,”Hari gini kok masih…nggak gaul tuh!!” Kata yang menjadi ucapan kunci pada suatu sinetron ini, akhirnya merasuki dunia kosakata keseharian kita. Meskipun kita bukan orang Jakarta,pada akhirnya kita cukup sering mendengar kata ini banyak diucapkan, mulai dari anak-anak hingga orang tua.

Kata Mas Kendi, pemandu siaran kami, minggu sebelumnya juga ada pernyataan senada dari penanya, yaitu: Hari gini masih perawan..nggak gaul!! Astaghfirulloh..

Tapi, inilah kenyataan yang tak terbantahkan mengenai kondisi para remaja kita saat ini,para calon pemimpin bangsa di masa depan..

Kondisi ini,menurut saya pribadi sangatlah memprihatinkan. Betapa televisi dan kemajuan tehnologi telah mengambil alih peran guru dan orang tua sebagai pendidik dan pengasuh utama tunas-tunas bangsa kita. Televisi mrenggut kebebasan gerak para belia kita dan lebih membuat mereka duduk diam untuk menyerap informasi secara visual dan auditori pasif,hal yang tentu saja berpotensi mengganggu gaya belajar kinestetik seorang individu dan berpotensi menumpulkan kecerdasan kinestetiknya hingga si individu kurang suka bergerak dan berimajinasi mandiri.

Televisi merupakan menu keseharian kita, dan segala macam informasi dapat terakses denga mudah dan liar karena persaingan antar program yang begitu ketat. Akibatnya sistem komunikasi keluarga mendapat saingan yang kuat luar biasa,yaitu siaran televisi. Melalui televisi memang banyak hikmah yang bisa kita himpun,banyak informasi baru yang bisa kita akses agar tidak ketinggalan zaman, banyak hiburan yang bisa kita nikmati dengan sangat murah; namun televisi tak mengenal gejolak emosi pemirsanya secara nyata dan konsisten. Televisi juga tak mampu secara nyata menyeleksi levelitas umur para pemirsanya. Memang mereka memberi banyak pilihan program dan pemirsa harus dengan cerdas menyeleksi apa yang hendak di tontonnya. Andai program bisa dipilih,bagaimana dengan iklan yang ada di dalamnya..?

Para pemirsa televisi tentunya adalah bagian dari suatu keluarga,dan kondisi emosi yang tengah mereka rasakan tentu akan tertuang secara nyata di lingkungan terdekatnya yaitu keluarga atau lingkungan tempat mereka tinggal. Sehingga bila lingkungan terdekat ini tidak mampu menawarkan suatu sistem komunikasi yang menarik,indah,akrab dan komunikatif,maka televisi pasti akan mengambil alihnya. Apalagi tampilan mereka lebih baik dengan berbagai pilihan yang sesuai keinginan hati juga bejibun. Rasanya lengkap sudah kesempurnaan mereka dibandingkan dengan kondisi keluarga dan lingkungan tempat kita tinggal.

Ironisnya, sebagian besar masalah keluarga di negeri tercinta kita ini adalah masalah komunikasi. Komunikasi ini tentunya meliputi komunikasi verbal ataupun non verbal. Sementara pada kenyataannya, anak yang tidak terpenuhi kebutuhan komunikasi verbal atau non verbalnya berpotensi menjadi pribadi yang bermasalah di masa depannya nanti.

Sahabat..lantas, tayangan-tayangan televisi memasuki wilayah komunikasi mereka, anak-anak belia kita, para remaja kita dan bahkan orang tua kita. Dan kita berada dalam kisaran dunia dengan kosakata-kosakata populer: Hari gini nggak punya HP nggak gaul..?HP tanpa gambar porno nggak gaul…Hari gini masih perawan nggak gaul..?

Sahabat, memang kalau tidak gaul kenapa..?!


Responses

  1. betul.,,,,betul,…betul,…numpang lewat +,mampir,


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: