Oleh: uun nurcahyanti | Juli 25, 2011

Model Mental


by Uun Nurcahyanti on Tuesday, October 19, 2010 at 4:18am

“Anak ibarat selembar kertas puitih yang belum bertuliskan apa-apa.Orangtua dan lingkungannyalah yang akan meronai kertas suci tersebut”

Kalimat yang selintas sederhana ini sebenarnya tidak sederhana dalam pemaknaannya. Anak adalah aset masa depan suatu komunitas,suatu negeri.Anak akan tumbuh dan berkembang menjadi individu yang memegang kendali zaman dimana kelak ia akan berkarya dan menuliskan tinta sejarah komunitasnya beserta segala budaya dan peradabannya.

Pertanyaan sederhana yang pernah dilontarkan oleh salah satu ahabat saya adalah:kapan siih biasanya orangtua tuh memikirkan pendidikan anaknya?Jawaban yang jamak muncul adalah ketika orangtua merasa bermasalah dengan anak-anaknya.Hal ini sebenarnya merupakan suatu hal yang sangat ironi karena pendidikan adalah hakekat hidup manusia.

Dan karena pendidikan adalah hakekat hidup manusia, perencanaan pendidikan buat anak-anak kita atau calon anak-anak kita seharusnya menjadi bagian dari perencaan kehidupan kita semua, para calon orangtua.Hal ini memang belum menjadi budaya yang kental bagi kita, namun memahami beberapa hal mendasar tentang tumbuh kembang manusia pada masa kanak-kanaknya mungkin akan membawa wacana baru buat kita.

Dr Helen Morrison,M.D,seorang ahli psikiater forensik. dalam bukunya Di Balik Pikiran Para Pembunuh Berantai menjelaskan secara gamblang kesimpulan yang beliau dapat setelah selama kurang lebih 20 tahun meneliti kepribadian para pembunuh berantai dari berbagai masa dan dari berbagai belahan bumi. Hal yang mengejutkan adalah bahwa dalam diri para pembunuh berantai ini tersimpan kepribadian anak-anak yang tidak berkembang Sementara hal yang selama ini jamak dipahami orang adala bahwa para pembunuh berantai itu datang dari keluarga yang broken-home atau karena trauma penyiksaan di masa kanak-kanaknya

Menurut Dr Morrison,hal tersebut tidak sepenuhnya benar,karena banyak juga diantara mereka yang memiliki keluarga yang hangat bahkan beberapa di antara memiliki keluarga dan hidup layaknya orang-orang norma lainnya dengan keluarga mereka yang bahagia.Namun hal yang sama diantara mereka semuanya adalah rasa khas anak-anak yaitu memiliki keinginan dan keingintahuan yang kuat tak terbantahkan.Sayangnya memang, keinginan tersebut membawa kematian bagi orang lain dan dunia mencap mereka sebagai pembunuh berantai..

Tentu kita semua mahfum bahwa anak memiliki tahap perkembangan dalam pertumbuhannya.Anak merupakan suatu individu luar biasa yang unik namun belum memiliki konsepsi tentang diri dan lingkungan disekitarnya.Tahap untuk mengenali diri dan lingkungan tentu tidak muncul secara serta merta.Segala hal tersebut harus dipelajari dan diajarkan. Poin penting yang perlu diingat adalah meskipun orangtua dan orang-orang dewasa disekitarnya enggan mengajarkan, anak akan tetap akan mengamati dan ibelajar dengan sendirinya,namun karena mereka belum memiliki konsepsi diri, tentu interpretasi dan nilai konepsinya bisa menjadi sangat liar dan bias.

Bila konsep-konsep kehidupan tidak ditanamkan pada diri individu sejak masa kanak-kanaknya maka ruang konsepsi tersebut akan tetap’berlubang’ alias’kosong’ hingga kelak ia tumbuh besar.Dan bila dalam perjalanan hidupnya tak banyak hal yang bisa ia pelajari maka ruang-ruang tersebut akan tetap hampa.

Demikian juga ranah-ranah emosi kita.Bila tangkai emosi seorang anak tidak terisi penuh sesuai dengan tahap prkembangannya maka tangkai emosi tersebut bisa jadi akan bermuatan setengah-stengah atau bahkan teramat tipis,dan kelak ketika dewasa ia menjadi manusia yang setengah hati,sering ragu-ragu dalam banyak hal dan tak berani untuk hidup merdeka. Menjadi individu yang gampang terluka dan sangat rentan layu dalam kesendiriannya meski ia hidup dalam keramaian yang nyata. Seperti karakter khas anak-anak pada masa egosentrisnya yang super egois,suka pamer dan sering berkeinginan luar biasa tanpa kendali dan pasti seringkali irasional dengan rentan fluktuasi emosi yang pendek dan tidak stabil.anak-anak dalam tahap ini sangat suka berpuara-pura dan sangat cerdas dalam mencari celah kelengahan dan kelemahan orangtua dan orang-orang dewasa disekitarnya untuk kemudian mereka manipulasi untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Keingintahuan adalah modal utama tumbuh kembah anak dan keingintahuannya itu akan menimbulkan keinginan untuk mencoba dan mencicipi suatu hal yang berkenaan dengan keinginan tersebut.Bila seorang anak menemukan kenyamanan dengan terpenuhinya keinginan tersebut maka ia akan mencandunya dan hal ini merupakan landasan mental yang kelak akan membentuk karakter pribadinya.

Bila lingkungan tidak mengarahkan dan memberi konsepsi diri yang mulia dan beradab, tentunya muncul kemandegan dalam perkembangan emosi dan mental seorang anak meski secara fisik si individu ini akan terus bertambah besar dan pertumbuhan fisiologi lainnya juga akan tetap berkembang sesuai dengan fitrahnya.

Memang,dalam perjalanan waktu tentu ada banyak kemungkinan untuk berubah dan memperbaiki diri.Ada banyak waktu untuk menuangi tangkai-tangkai emosi yang kosong tersebut agar bisa penuh.Namun apakah kita yang telah dewasa ini menyadari bahwa kita memiliki kekosongan?Bagamana bila kita tidak sadar bahwa ada kekosongan konsepsi dalam diri kita?

Menjadi tua memang pasti dan menjadi dewasa adalah suatu pilihan.Namun ada masa dimana kita belum mampu memiliih.Tentu bukan karena kita bodoh atau apa tapi karena karena kita belum tahu bahwa hidup dalah suatu pilihan.Dan masa itu adalah masa-masa awal kehidupan seorang manusia.Thus..tanggung jawab untuk memilihkannya adalah tanggung jawab orangtua dan lingkungannya.

Bagaimanapun, sahabat, umur adalah waktu. Waktu ibarat rentang benang yang diujungnya disulutkan api.Sulutan api itu adalah tiap detik umur yang akan dilalui manusia.Terus melaju cepat tanpa kembali kebelakang.Demikianjuga nantinya waktu yang akan ditempuh buah hati kita,para calon memimpin zaman mereka.Maka sungguh tak pantas bila kita tak mulai membicarakan konsep pendidikan calon anak-anak kita sementara kita sangat suka membicaraka konsep kehidupan dan masa depan serta cita-cita yang sangat ingin kita raih..

Mari bergerak untuk Indonesia cemerlang di masa yang akan datang..!


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: