Oleh: uun nurcahyanti | Juli 25, 2011

Kenapa Bisa,Ibu…?


by Uun Nurcahyanti on Friday, November 12, 2010 at 9:47pm

Akhir Oktober lalu adalah kuliah ketigaku semester ini. Malam sebelumnya ada sms dari seorang teman bahwa kuliah hari itu dimulai jam 8 pagi..!
Akhirnya sabtu pagi buta itu saya berangkat ke Malang..Saat sampai di perempatan Tulungrejo untuk menunggu bis,ada seorang ibu-ibu setengah baya berdiri di samping lampu merah. Alhamdulillah ada teman ngobrol..
Si ibu ini ternyata orang Klaten ,Jawa Tengah.Mata pencaharian beliau adalah berjualan nasi di sekitar stasiun Klaten. Saat ini beliau sedang cuti berjualan karena merasa agak jenuh, dan untuk merefresh diri beliau berkunjung ke salah satu anaknya di Pare.
Sayangnya, di kota Pare ini beliau tidak kerasan karena perlakuan menantunya yang kurang bersahabat,menurut beliau.Oleh karena itu beliau ingin pulang ke Klaten..

Hal yang tentunya sepele..kan tinggal pulang,beres..!!

Sayangnya lagi,,beliau sudah tidak punya ongkos untuk pulang.Sementara untuk minta dan bercerita ke anaknya tentang kondisi ini ,beliau tak sampai hati..(duuh ibuu..)

Trus,ibu sekarang ke Malang hendak berkunjung kepada siapa? tanyaku polos.

Mata si ibu di depanku ini tiba-tiba tergenangi airmata. Hanya menggenang,,tak bergerak luruh..Rasa bersalah memenuhi rongga hatiku!! Ah,,kenapa ku selalu ingin tahu urusan orang lain..? Ku tak henti menggerutuki diriku sendiri.

Dengan sedikit tersendat,si ibu berkata perlahan nyaris tak terdengar, Saya mau mengemis di sana,Nak, saya mau ngumpulin duit untuk pulang ke Klaten..

Ku tatap langit yang masih abu-abu temaram itu…
Tuhan, jadikan beliau orang kesayanganmu…
Duuh..Rabbi..

Ku usap pelan punggung ibu separuh baya itu..kaca hatiku pecah,kawan..sekuat tenaga ku tahan tangisku…

Mari,sahabat memuliakan para ibu kita..

SELAMAT HARI IBU..

(kuliah perdanaku hari itu ternyata dilaksanakan lebih pagi dari jadwal kampusku,bukan di ruang kelas yang ber-AC dengan perangkat audio yang serba canggih. Tapi di perempatan Tulungrejo dengan seorang profesor kehidupan sejati)

Pare,30 Oktober 2010


Responses

  1. hiks.


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: