Oleh: uun nurcahyanti | Juli 22, 2011

Dialog Bayang-bayang


Kala bayang diri memburam ditingkahi malam
Dicucuki angin bisu yang menghujam mencekat,
Hanya tungkai nan gontai temani heningku..

Dan kilauan cahaya malu-malu
Pada butiran embun pagi
Bukankah hidup ini adalah pengabdian..?
Lalu kemanakah harus ku langkahkan kaki ini..?

Engkau lelaki serupa samudra,
Misteri kehidupan adalah denyut hidupmu.
Mutiara hikmah tersimpan didasar nuranimu,
Mengapa masih berbaur kata tanya..?

Engkau adalah pemilik mata gemintang,
Seluruh cahaya adalah kuasamu,
Ujung bintang-bintang adalah pelayaranmu..

Mengapa masih angkuh bertanya..
Bila kau mengerti
: Bahwa langkahmu ada pada mimpimu..

Pare, 17 Juli 2011
(Langit Jiwa Penyaksi)


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: