Oleh: uun nurcahyanti | Juli 20, 2011

LA TAHZAN BI ANALLAH


Ini adalah pesan dari seorang teman saya pagi ini.. Jangan bersedih Allah bersama kita. Duhai indah sekali seruan itu, namun kalimat indah tersebut tidak cukup mampu membuat airmata saya berhenti luruh. Karena sebenarnya saya memang tidak sekedar bersedih, tapi lebih tepatnya terluka. Yah, sebuah luka nurani yang terasa begitu mencabik hingga membuat dada terasa begitu sesak.

Keterlukaan ini berawal dari sebuah cerita tentang seorang laki-laki muda yang hidup sebatang kara bersama ibunya. Dan takdir yang telah mendesain kehidupan mereka yang akrab dengan kekurangan itu, tak jua hendak berdamai dengan mereka berdua. Ibunya divonis tengah menderita kanker payudara stadium 2 dan butuh operasi segera!

(kenapa Tuhan mengakrabkan penderitaan orang-orang yang sungguh tak berdaya..)

Anak muda yang seharusnya masih duduk di kelas 3 SMP ini pun akhirnya melalukan hal yang mungkin tak semua dari kita mampu melakukannya. Dia bertelanjang dada di tepian jalan Kuningan, dimana banyak dilewati oleh para pejabat, untuk menawarkan ginjalnya demi biaya operasi ibunya!
Dia menuliskan kata-kata di dadanya yang kurang lebih seperti ini:

DIJUAL : SALAH SATU GINJAL SAYA
UNTUK BIAYA OPERASI IBU SAYA!

Sebuah kisah heroik yang pasti hanya mampu dilakukan oleh seorang anak yang hebat karena dihasilkan oleh pendidikan hebat yang membentuk karakter mulia dan luar biasa dalam dirinya. Seorang anak yang bukan merasa harus membalas budi orang tuanya, tapi berupaya untuk mempertahankan rasa hormat dan cintanya yang besar untuk perempuan yang melahirkannya. Karena dia pasti merasa hidup ibunya adalah luar biasa berharga dan berkorban untuk ibu yang begitu tulus telah melahirkannya, memperjuangkan hidupnya dan mendidiknya, tentulah merupakan hal terbaik baginya. Hal yang tidak pernah ditanamkan oleh sinetron-sinetron kita yang lebih suka berurusan dengan perebutan harta dan tahta juga wanita alias cinta.

Kisah kecil yang bermakna begitu besar bagi saya, kisah yang sederhana sama sederhananya dengan kehidupan si pemuda dan ibunya ini memuat makna hidup yang begitu hebat dan luar biasa.

Terimakasih kepada sahabat-sahabat siswa yang telah tulus membagikan kisah-kisah hebatnya.

Pare, 29 Juni 2011


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: